Misteri Angka 7

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

Misteri Angka 7

Nama 7 benda langit menjadi nama notasi tangga nada sistem diatonik (yang direnggangkan), yaitu Ut (Utarid/Merkurius), Re (Ra/Matahari), Mi (Marikh/Mars), Fa (Aphrodite/Venus), Sol (Zuhal/Saturnus), La (Lunar/Bulan), Si (Zeus/Yupiter). Ut (Utarid) menjadi Do (Domino, artinya Tuhan), adalah pengaruh Bahasa Latin dari Vatikan.
---

Simak instruksi ini baik-baik.
Pilih dua digit bilangan ganjil, dengan nilai kurang dari 50, dan tidak boleh angka kembar.
Maka, dari sebaran nilai yang ada, kemungkinan terbesar akan memilih 37. Kenapa? Ada dorongan batin untuk memilih angka 7 diantara angka lainnya. Lalu, karena ada ketentuan nilai kurang dari 50, maka kemungkinan sebagai puluhan tidak ada. Maka pilihannya tinggal 17 dan 37.

Misteri dibalik angka 7

Angka 37 akan lebih menjadi pilihan. Karena sandingan angka 3 dan 7 menjadi sesuatu yang bersifat bulat. Jika kita jumlahkan 3 + 7 = 10. Dan secara rumus lingkaran pun mempunyai nilai konstanta yang melibatkan 3 dan 7, yaitu 3 1/7. Mungkin kita tidak segera menyadari kehadiran angka pecahan itu. Karena kita lebih mengenalnya sebagai 22/7.

Secara kebetulan bentuk simbol angka 3 mirip dengan simbol Tuhan, di beberapa agama. Misalnya dalam Islam simbol huruf Allah. Simbol angka 3 dalam hijaiyah mirip dengan simbol angka 3 latin. Jika simbol angka 3 dalam hijaiyah ini diputar 90° berlawanan arah jarum jam, akan mirip angka 3 berekor.

Angka 3 adalah Simbol Tuhan

Angka 7 juga merupakan angka kelipatan tahun dalam jenjang persiapan kedewasaan anak, dalam 3 tahap pertama.
Tahap 7 tahun pertama, adalah masa yang penuh bimbingan. Dijaga dari segala macam bahaya, namun bukan berarti memberi banyak larangan. Alihkan dari yang berbahaya ke yang aman.
Tahap 7 tahun kedua, adalah masa pendidikan dasar. Diajarkan larangan-larangan, namun diberi penjelasan bahwa larangan-larangan itu agar terhindar dari bahaya.
Tahap 7 tahun ketiga, adalah masa pendewasaan. Diberikan kebebasan memilih, namun tetap diberi penjelasan resiko atas pilihan tadi.
Berikutnya, antara anak dan orang tua saling belajar.
Konon, rumusan ini diadopsi dari pengetahuan Cina tentang cara mendidik anak gadis.

Angka 7 merupakan perwujudan Tuhan di alam semesta. Al Fatihah, sering disebut Surat 7 ayat, atau 7 yang sering diulang. Pada 3 ayat pertama menjelaskan tentang Ketuhanan. Ayat keempat adalah hubungan antara Tuhan dan hambaNya. Dan 3 ayat terakhir adalah tentang hambaNya. Al Fatihah merupakan kunci dari alam semesta. Dinyatakan dalam Al Quran, bahwa alam semesta ini terdiri atas 7 lapis langit dan 7 lapis bumi.

Ada beberapa pengertian dalam 7 lapis langit. Pertama, merupakan simbol dari 7 lapisan atmosfir.

Ke dua, merupakan simbol dari 7 benda langit. Bulan, Matahari, Merkurius (Utarid), Venus (Zahra/Zora/Kejora), Mars (Marikh), Yupiter (Zeus), dan Saturnus (Siarah/Zuhal).

Ke tiga, merupakan pusat-pusat revolusi benda-benda langit. Dalam sistem tata surya, Bumi dan planet lainnya berpusat revolusi pada Matahari (di langit pertama). Matahari dan sistem planet lainnya, berrevolusi pada pusat galaksi Bima Sakti (Milky Way, di langit ke dua). Galaksi Bima Sakti dan galaksi-galaksi lainnya membentuk klaster galaksi dan berrevolusi pada pusat klaster galaksi (di langit ke tiga). Sampai di sini, teknologi belum mampu menembus penglihatan ke langit ke empat sampai langit ke tujuh.

Ke empat, secara teori alam semesta paralel. Sepadan dengan ayat kedua Al Fatihah, tentang Rab ul ‘alamin. ‘Alamin menunjukkan kata jamak. Artinya lebih dari satu alam semesta.

Sesungguhnya, ada pertalian hubungan antara simbol atmosfir sampai simbol alam semesta paralel. Inilah yang kemudian disusun sebagai tabel huruf hijaiyah (matriks 4x7), di mana masing-masing huruf memiliki bobot. Di kemudian hari, tabel huruf hijaiyah ini menjadi dasar bagi tabel sistem periodik kimia yang kita kenal sekarang.

Sedangkan 7 lapis bumi, adalah benar-benar lapisan dari yang terluar sampai yang terdalam. Keterhubungan dengan tabel huruf hijaiyah, menjadi dasar teori Ilmu Hayat (Biologi). Ada 4 unsur dasar dan 3 ruang antara. Unsur dasar itu adalah matriks 2 x 2, panas-dingin x kering-basah, menghasilkan sifat panas dan kering (unsur api), sifat panas dan basah (unsur uap/udara), sifat dingin dan kering (unsur batu/tanah), dan terakhir adalah sifat dingin dan basah (unsur cairan/air). Unsur api menempati posisi teratas sekaligus terbawah. Ruang antara unsur api paling bawah (magma) dan unsur batu/tanah, terdapat Lingkungan Abiotik (mineral/emas). Ruang antara unsur batu/tanah dengan unsur cairan/air, terdapat Lingkungan Tumbuhan (kayu). Ruang antara unsur cairan/air dan unsur uap/udara, terdapat Lingkungan Hewan.

Sebenarnya, masih ada ruang antara unsur uap/udara dan unsur api, itu Lingkungan Kesadaran (Manusia). Namun unsur api di sini sudah memasuki lapisan langit. Sehingga Lingkungan Kesadaran (Manusia), merupakan titik eksponen tengah antara 7 lapis langit dan 7 lapis bumi.

Dalam seni pengobatan Islam (Thibun Nabawi), tubuh manusia terbagi atas 7 bagian langit dan 7 bagian bumi. Keterkaitan antara keduanya, diambil dari matrik 4x7 huruf hijaiyah tadi. Sementara langit sendiri bersifat energi api. Unsur api/magma terkait dengan energi langit (Yupiter). Unsur emas terkait dengan emas langit (Merkurius). Unsur tanah terkait tanah terbakar (Mars). Unsur kayu terkait dengan pohon misteri (Saturnus). Unsur air terkait dengan Uap langit (Venus). Unsur hewan terkait dengan kesadaran api (eter, Bulan). Dan unsur udara terkait dengan angin api (Matahari).

Dalam seni pengobatan Cina, unsur udara dan Lingkungan Abiotik (unsur mineral/emas) dianggap sama. Dan Lingkungan Hewan adalah simbolik dari Lingkungan Manusia, maka shio adalah lambang hewan. Sehingga, dalam filosofi pengobatan Cina, hanya dikenal 5 lapis unsur (Api, Emas, Tanah, Kayu, dan Air) bumi, dan 5 lapis unsur langit (5 planet, tidak termasuk Bulan dan Matahari).

Dalam seni pengobatan Hindu, ada keterkaitan antara energi langit (makro kosmos) dengan simpul energi di tubuh manusia (mikro kosmos). Dalam Hindu, terdapat 13 titik energi langit yaitu simbol dari Bulan, Matahari, planet-planet, pecahan planet (asteroid), dan planetoid. Sepemahaman dengan mimpi Nabi Yusuf, 11 bintang, Matahari dan Bulan. Sedangkan 13 simpul energi di tubuh manusia, disebut cakra, dari cakra kundalini (tulang ekor) sampai cakra mahkota (di atas ubun-ubun). Namun yang lebih sering menjadi patokan, hanya 7 cakra (Matahari, Bulan, dan 5 planet).

Dalam bahasa Inggris 7 nama hari dilambangkan dari 7 benda langit, yaitu Sun Day (Matahari), Moon Day (Bulan), Marteus Day (Mars), Utness Day (Utarid/Merkurius), Zeus Day (Yupiter), Aphro Day (Aphrodite/Venus), dan Saturn Day (Saturnus). Bahasa Indonesia, mengadopsi nama-nama hari dari Bahasa Arab, yaitu Ahad (satu), Isnain (dua), Tsalasa (tiga), Arba’a (empat), Khamsa (lima), Sitah (enam), dan Sab’at (tujuh). Perubahan nama Ahad menjadi Minggu (Dominggo, artinya Tuhan), adalah pengaruh jajahan Portugis, sebagai hari milik Tuhan. Sedangkan Sitah menjadi Jumat, karena pada hari itu umat Muslim melakukan shalat siang berjamaah (Jumuah).

Nama 7 benda langit menjadi nama notasi tangga nada sistem diatonik (yang direnggangkan), yaitu Ut (Utarid/Merkurius), Re (Ra/Matahari), Mi (Marikh/Mars), Fa (Aphrodite/Venus), Sol (Zuhal/Saturnus), La (Lunar/Bulan), Si (Zeus/Yupiter). Ut (Utarid) menjadi Do (Domino, artinya Tuhan), adalah pengaruh Bahasa Latin dari Vatikan.

Notasi tangga nada yang dianut Hindu, Cina dan Tradisional Sunda dan Jawa, hanya mengenal 5 nada. Maka notasi ini dinamakan pentatonik. Namun pada pentatonik pun, tetap ada jenis alat musik yang mempunyai 7 nada.


Bersambung

=====

7

=====


Tidak ada komentar:

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.