Happy Valentine

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

Happy Valentine

Renungan bagi Umat Islam yang Share Tulisan "Larangan Merayakan Valentine Day Bagi Kaum Muslimin"
Misalnya:
Saya mengadakan suatu pagelaran seni tradisional (misalnya sendratari "Ratu Calon Arang") yang diaransemen secara modern, digelar bertepatan dengan tanggal sekitar 14 Februari, dan mengambil tema Valentine ("Kisah Asmara Ratna Mangali dan Mpu Bahula). Saya jual tiket Rp 500.000,- per orang. Tapi bagi yang mau gratis, bisa masuk dari pintu lain dengan mengucap Syahadat. Apakah saya sudah tergolong beraliran sesat?



Sumber gambar Wikipedia

...
Mohon maaf sebelumnya kpd siapa pun yang membaca komen saya.
Komen saya ini adalah pendapat pribadi. Namun, saya perlu jelaskan bahwa saya Islam Salafiyah (Islam Tradisional), dari orde Futhuwah (Fedeli de amor).

Yang dilakukan pihak Katholik Roma, bagi saya ada kemiripan (bukan kesamaan) dengan para Waliyullah di tanah Jawa (Dewan Wali Sanga).

Di antaranya:
1. Mengangkat budaya Wayang (yang jelas-jelas dari Hindu, bahkan masih menyebut nama-nama dewa Hindu)
2. Menggelar tradisi Tahlilan (yang jelas-jelas dari paham animisme dan dinamisme, tentang pola sukma/roh orang meninggal yang masih berkeliaran pada hari 1,3,7,40,100,1000,dst)
3. Mengasimilasi kisah Nyai Rara Kidul (yang jelas-jelas pembelokan akidah oleh VOC, yang diinspirasi oleh kisah Beowulf)
4. Mengasimilasi kisah dan mistik Jawa Kuno (yang jelas-jelas bersumber dari serat atau sastra jaman Airlangga, kerajaan Hindu-Budha, misalnya "Serat Calon Arang" menjadi "Satrio Paningit" dan lain-lain di tangan Sabdo Palon dan Nayagenggong).
5. Melanjutkan ketenaran sosok Syekh Siti Jenar (yang jelas-jelas fiktif buatan SNOUCK HURGRONJE).
6. Tetap menghidupkan "Dewan Wali Sanga" pada generasi-generasi berikutnya.
7. dan masih banyak lagi, (yang jika ditinjau secara tauhid dapat dikategorikan bid'ah bahkan musyrik).
Kenapa demikian? Dewan Wali Sanga mengajarkan Fiqh Siyasah (metode berpolitik) dalam meraih simpati.
Sunan Kalijaga, membantu keluarga besar Majapahit (keturunan Singasari) yang Hindu lari dan bersembunyi dari kejaran perusuh (keturunan Panjalu/Kediri). Untuk mengecoh pemetaan, hampir seluruh candi di Jawa dikubur (bukan dihancurkan). Karena Sunan Kalijaga tahu, bahwa pada setiap candi "tertanam" pusaka bangsa dan menjadi bukti atau kunci penghubung kepada nilai sejarah nasional.
===
Misalnya:
Saya mengadakan suatu pagelaran seni tradisional (misalnya sendratari "Ratu Calon Arang") yang diaransemen secara modern, digelar bertepatan dengan tanggal sekitar 14 Februari, dan mengambil tema Valentine ("Kisah Asmara Ratna Mangali dan Mpu Bahula). Saya jual tiket Rp 500.000,- per orang. Tapi bagi yang mau gratis, bisa masuk dari pintu lain dengan mengucap Syahadat. Apakah saya sudah tergolong beraliran sesat?


Itu saja

===

Happy Valentine

===
1. Ditulis ulang dari komen saya pada http://www.facebook.com/groups/49521313095/permalink/10151346616758096/?comment_id=10151359696853096&ref=notif&notif_t
2. Dalam penelusuran saya, tulisan "Larangan Merayakan Valentine Day Bagi Kaum Muslimin" bersumber (utama) dari Wikipedia.
3. Kalau kita googling akan muncul beberapa postingan web/blog, semisal dari tanbihul_ghafilin.tripod.com

Tidak ada komentar:

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.