Syekh Magelung

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

Syekh Magelung

Tanpa Syekh Magelung sadari, ternyata wanita itu tidak lain adalah Nyi Mas Gandasari yang tengah mengadakan sayembara. Nyi Mas Gandasari hanya mau bersuami dengan orang yang mampu mengalahkannya dalam sayembara itu. Nyi Mas Gandasari menyangka bahwa Syekh Magelung adalah salah satu dari kontestan sayembara.
---



Ini adalah sekelumit kisah tentang Syekh Magelung setelah rambutnya berhasil dipotong. (Sambungan dari Syarif Syam adalah Syekh Magelung Sakti.)

Sejak rambutnya terpotong, Syekh Magelung senantiasa mengingat ciri-ciri dan perawakan nelayan tua, Waliyullah Cirebon yang dicarinya.

Dalam perjalanannya, Syekh Magelung kemudian melihat seorang wanita yang tengah dikeroyok oleh beberapa pria. Muncul sifat ksatrianya, Syekh Magelung membantu wanita itu menghadapi para pengeroyok.

Setelah seluruh pengeroyok itu berhasil ditumbangkan, tak disanggka, si wanita tadi malah balik menyerang Syekh Magelung. Syekh Magelung berusaha meredam serangan, sambil menyatakan maksudnya mencari Sang Waliyullah Cirebon yang telah berhasil memotong rambutnya.

Tanpa Syekh Magelung sadari, ternyata wanita itu tidak lain adalah Nyi Mas Gandasari yang tengah mengadakan sayembara. Nyi Mas Gandasari hanya mau bersuami dengan orang yang mampu mengalahkannya dalam sayembara itu. Nyi Mas Gandasari menyangka bahwa Syekh Magelung adalah salah satu dari kontestan sayembara.

Baik Nyi Mas Gandasari maupun Syekh Magelung, kedua sama kuat. Namun karena faktor kelelahan, Nyi Mas Gandasari memilih lari dan bersembunyi di balik Sunan Gunung Jati. Syekh Magelung mengejar, lantaran masih penasaran ingin bertanya tentang siapa tokoh Waliyullah di kota Cirebon.

Di hadapan Sunan Gunung Jati, Syekh Magelung menceritakan maksud pengejarannya. Sekalipun Syekh Magelung tahu bahwa Nyi Mas Gandasari bersembunyi dibalik terompah (alas kaki) Sunan Gunung Jati, namun Syekh Magelung lebih memilih berbicara sopan dengan Sunan Gunung Jati.

Setelah diketahui bahwa Sunan Gunung Jati adalah seorang Waliyullah di Cirebon sekaligus guru Nyi Mas Gandasari, Syekh Magelung membungkuk hormat dan menyatakan ingin berguru.

Konon, Sunan Gunung Jati kemudian menikahkah Nyi Mas Gandasari dengan Syekh Magelung. Namun karena tugas dari Sunan Gunung Jati, membuat keduanya senantiasa berjauhan tempat. Sekalipun Nyi Mas Gandasari dan Syekh Magelung mengemban satu misi yang sama, yaitu menumbangkan kekuatan Hindu di Rajagaluh.

Dalam pernikahan antara Nyi Mas Gandasari dan Syekh Magelung, hadir pula Ki Selapandan atau Ki Gedeng Selapandan, ayah angkat Nyi Mas Gandasari. Melihat sosok Ki Selapandan, Syekh Magelung teringat ciri fisik atau perawakan nelayan tua yang berhasil memotong rambutnya. Sempat terlintas di benak Syekh Magelung, Ki Selapandan kah orang yang menyamar sebagai nelayan tua yang berhasil memotong rambutnya?

Ketika Syekh Magelung mulai mendapat tugas-tugas penting dari Sunan Gunung Jati, barulah Syekh Magelung sadari bahwa Ki Selapandan adalah juga Ki Kuwu Cerbon atau Mbah kuwu Cerbon atau Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana atau R. Walangsungsang.


Bersambung ke "Nyi Mas Gandasari"
===

Baca juga:
- Mbah Kuwu Sangkan | Cirebon

Tidak ada komentar:

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.