Endang Darma Ayu

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

Endang Darma Ayu

Arya Wiralodra kemudian mendatangi Kerajaan Galuh dengan mengubah dirinya menjadi seorang perempuan cantik bernama Nyi Endang Darma Ayu. Endang Darma Ayu memperkenalkan diri sebagai utusan Arya Wiralodra. Endang Darma Ayu menyampaikan bahwa Arya Wiralodra masih akan tetap setia kepada Galuh dan selalu membayar upeti setiap tahunnya.
---
Sambungan dari "Arya Wiralodra Bagian 2"

Hikayat Arya Wiralodra
(Asal Nama Kabupaten Indramayu)

Endang Darma Ayu



Gambar diunduh dari http://legendawiralodra.blogspot.com/2012/01/sinopsis.html

Menurut hikayat, Raden Arya Wiralodra merasa terpanggil untuk menaklukkan Kerajaan Galuh (atau mungkin lebih tepatnya Keadipatian Galuh, karena merupakan bawahan Kerajaan Pajajaran). Raja atau Adipati Galuh itu bergelar Prabu Cakradewa. Untuk itu, Arya Wiralodra menyusup dan membuka wilayah di sekitar lembah Sungai Cimanuk.

Membuka wilayah di sekitar Sungai Cimanuk bukanlah hal yang mudah. Karena Sepanjang sungai Cimanuk (dari hulu hingga ke hilir) telah dikuasai bangsa siluman. Namun akhirnya Arya Wiralodra berhasil membuka wilayah di tempat itu. Di bawah kepemimpinan Arya Wiralodra, pedukuhan Cimanuk berkembang pesat.

Hal ini didengar oleh Prabu Cakradewa. Mengingat wilayah itu termasuk dalam kekuasaan Galuh, Prabu Cakradewa memanggil Arya Wiralodra untuk menghadap. Prabu Cakradewa memerintahkan Arya Wiralodra untuk membayar upeti setiap tahunnya. Arya Wiralodra menyetujuinya.

Suatu ketika, Kerajaan Kuningan di bawah kepemimpinan Adipati yang baru menyatakan lepas dari Galuh dan menjadi bawahan Kesultanan Cirebon. Adipati Kuningan itu bergelar Pangeran Arya Adipati Kuningan atau Pangeran Kuningan atau lebih sering dikenal sebagai Arya Kemuning. Dengan pernyataan itu, Kuningan menolak memberi upeti ke Kerajaan Galuh.

Saat itu pernyataan Kuningan dianggap berbahaya. Karena pengaruh ajaran Islam telah menyebar ke sejumlah wilayah Galuh. Prabu Cakradewa harus memastikan kembali sejumlah kerajaan bawahannya agar tetap membayar upeti kepada Galuh, tidak terkecuali Dukuh Cimanuk. Namun Kuningan tetap pada pendirian, di bawah kekuasaan Cirebon, sekalipun telah diancam akan diserang oleh kekuatan militer Galuh.

Arya Wiralodra kemudian mendatangi Kerajaan Galuh dengan mengubah dirinya menjadi seorang perempuan cantik bernama Nyi Endang Darma Ayu. Endang Darma Ayu memperkenalkan diri sebagai utusan Arya Wiralodra. Endang Darma Ayu menyampaikan bahwa Arya Wiralodra masih akan tetap setia kepada Galuh dan selalu membayar upeti setiap tahunnya.

Bahkan dikatakan oleh Endang Darma Ayu, bahwa Arya Wiralodra tengah memata-matai gerak pasukan Demak yang akan bergabung dengan pasukan Kuningan dan Cirebon untuk berperang dengan Galuh. Prabu Cakradewa merasa senang dengan kabar yang disampaikan Endang Darma Ayu. Lebih dari itu, Prabu Cakradewa telah jatuh hati melihat kecantikan Endang Darma Ayu.

Prabu Cakradewa pun ternyata pernah mendengar bahwa Endang Darma Ayu menjadi buronan Demak yang akan dieksekusi. Prabu Cakradewa menawarkan suaka politik kepada Endang Darma Ayu. Bahkan berniat memperistri Endang Darma Ayu.

Endang Darma Ayu menyatakan bersedia diperistri oleh Prabu Cakradewa dengan syarat diberikan sebidang tanah seluas kulit kerbau yang dibawanya. Prabu Cakradewa tertawa dan menyetujui. Ketika digelar, kulit itu membentang luas tak ada habisnya.

Prabu Cakradewa tak mungkin menyanggupi syarat yang diajukan Endang Darma Ayu. Namun Endang Darma Ayu tetap menjadi tamu politik di Kerajaan Galuh. Sebagai tamu istimewa, Endang Darma Ayu diperkenankan memasuki seluruh ruangan di Kerajaan Galuh. Bahkan ruang pribadi Prabu Cakradewa sekalipun.

Hal ini karena Prabu Cakradewa masih berharap agar Endang Darma Ayu mempertimbangkan kesediaannya diperistri oleh Prabu Cakradewa. Sebenarnya, Prabu Cakradewa telah diperingatkan oleh Patih dan Putrinya akan bahayanya membawa orang luar masuk ke ruang pribadi Prabu Cakradewa.

Namun Prabu Cakradewa tidak mengindahkan. Mengingat Endang Darma Ayu adalah utusan dari Arya Wiralodra yang setia kepada Galuh. Ditambah lagi, Endang Darma Ayu adalah buronan Demak. Karena itulah Prabu Cakradewa merasa bahwa Endang Darma Ayu tidak berbahaya bagi Kerajaan Galuh.

Kondisi ini benar-benar dimanfaatkan oleh Endang Darma Ayu. Dan tanpa disadari, ternyata Endang Darma Ayu telah berhasil mencuri pusaka Kerajaan Galuh, dan melarikan diri.

Dengan hilangnya pusaka itu, Kerajaan Galuh tidak dapat bertahan atas serangan pasukan gabungan dari Kuningan, Cirebon dan Demak.

Nama Darma Ayu kemudian diabadikan menggantikan nama Dukuh Cimanuk.

***

Cerita di atas, sangat mirip dengan kisah Resi Wisaka. Resi Wisaka mengubah dirinya menjadi pemuda tampan bernama Wira Lodra. Sementara pada cerita di atas, Arya Wiralodra mengubah dirinya mejadi Endang Darma Ayu.

Resi Wisaka sebagai pemuda Wira Lodra mengajukan syarat diberikan sebidang tanah seluas saputangan. Sementara Arya Wiralodra sebagai Endang Darma Ayu mengajukan syarat diberikan sebidang tanah seluas kulit kerbau.

Resi Wisaka datang untuk menumpas Prabu Cengkaradewa yang bersekutu dengan Siluman. Sementara Arya Wiralodra, sudah bertarung dengan para siluman sebelum memperdaya Prabu Cakradewa. Nama Cengkaradewa dan Cakradewa terdengar mirip.

Dalam versi hikayat dari Cirebon dan Kuningan, Raja Kerajaan Galuh bernama Prabu Cakraningrat. Yang menemui Prabu Cakraningrat adalah Nyi Mas Gandasari. Nyi Mas Gandasari menyusup ke Kerajaan Galuh dengan menyamar. Banyak versi tentang penyamaran Nyi Mas Gandasari.

Ada yang menyebutkan Nyi Mas Gandasari menyamar sebagai penari ronggeng. Ada juga cerita Nyi Mas Gandasari menyamar sebagai buronan Demak. Mirip dengan itu, ada cerita tentang Nyi Mas Gandasari menyamar sebagai pemuda prajurit Cirebon yang membelot ke Galuh.

Lebih jauh tentang Nyi Mas Gandasari, akan saya paparkan lain kali.



Bersanbung ke "[Mbabar Jati Diri] Nyi Endang Darma Ayu"
=====

Endang Darma Ayu

=====
Baca juga:
- "Mbah Kuwu Sangkan"
- "Untold Story | Puser Bumi Gunung Jati Cirebon"
- "Seloka [Nama Mirip] Bagian 6 | Kian Santang "

Tidak ada komentar:

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.