[Mbabar Jati Diri] Nyi Endang Darma Ayu

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

[Mbabar Jati Diri] Nyi Endang Darma Ayu

Dalam Babad Dermayu, nama dukuh Cimanuk menjadi Indramayu berkaitan erat dengan istri Arya Wiralodra yang bernama Nyi Endang Darma Ayu. Pada suatu waktu, Cirebon telah menjad kesultanan Islam di wilayah Jawa Barat. Kerajaan Sunda (Kerajaan Galuh yang dipimpin Prabu Cakraningrat, kerajaan bawahan Pajajaran) yang mayoritas penduduknya beragama Hinda-Buddha, mengalami goncangan politik. Penduduk banyak yang beralih keyakinan ke agama Islam. Sebagian daerah melepaskan diri dari kekuasaannya. Situasi ini dimanfaatkan oleh Arya Wiralodra untuk melepaskan diri dari Kerajaan Galuh dan kemudian nama Cimanuk diubah menjadi Indramayu. Nama Indramayu diambil dari nama istri Wiralodra, [Nyi] Endang Darma Ayu atau [Nyi] Endang Darma atau [Nyi] Darma Ayu. Berdasarkan nama panggilan tersebut, daerah Cimanuk kemudian disebut Dermayu yang akhirnya menjadi Indramayu. Arya Wiralodra menjadi kepala daerahnya dengan gelar Indrawijaya. Peristiwa itu terjadi pada 7 Oktober 1527. Tanggal tersebut oleh pemerintah setempat dijadikan sebagai hari jadi Indramayu.
---

(Mbabar Jati Diri)

Nyi Endang Darma Ayu

(Sambungan dari "Endang Darma Ayu")


Gambar diunduh dari
http://legendawiralodra.blogspot.com/2012/01/sinopsis.html

Sejarah Indramayu pasti terkait dengan tokoh Arya Wiralodra dan Nyi Endang Darma Ayu. Namun banyak versi yang beredar tentang siapa mereka, dan bagaimana asal mula penamaan Indramayu. Bahkan, antara satu versi dengan versi yang lain kadang tidak saling mendukung.

Menurut "Legenda Indramayu" (yang ditayangkan Indosiar 26-Nov-2010 09:30 WIB) [Nyi Endang] Darma Ayu adalah seorang dewi dari Istana Langit. Darma Ayu harus menelan nasib pahit karena jatuh cinta pada [Arya] Wiralodra anak seorang tumenggung yang sakti mandraguna. Karena nekat melawan larangan Istana Langit, Darma Ayu akhirnya dibuang ke Bumi.

Dalam pengembaraannya, Wiralodra yang sempat menolak cinta Putri Kedasih bertemu Darma Ayu dan jatuh cinta. Demi cintanya, ia bahkan nekat mengejar Darma Ayu ke Istana Langit. Disanalah pria itu baru tahu kalau wanita yang dicintainya dianggap telah ternoda karena mencintai manusia dan dibuang ke Bumi atas perintah Ratu Langit.

Setelah melalui berbagai petualangan, Wiralodra akhirnya bisa bertemu lagi dengan Darma Ayu yang telah menjadi ratu kecil di sebuah daerah yang baru dibangun oleh penduduk di tepi sungai Cimanuk.

Bersama-sama, keduanya membangun daerah baru tersebut. Namun, kebahagiaan itu rusak oleh kemunculan Putri Kedasih yang mengaku telah dihamili Wiralodra. Keruan saja, Darma Ayu kecewa setengah mati setelah tahu kalau Wiralodra ternyata bukan lagi seorang jejaka melainkan calon ayah.

Walaupun Wiralodra sudah bersumpah tidak pernah melakukan apa-apa, Darma Ayu tidak percaya dan memutuskan untuk pergi. Keruan saja, Wiralodra patah hati dan marah besar pada Putri Kedasih. Rupanya, kehamilan itu hanyalah siasat untuk menghancurkan kebahagiaan Wiralodra dan Darma Ayu.

Dengan bantuan Guru Sambega, Wiralodra akhirnya berhasil membongkar kebohongan dan sandiwara Putri Kedasih. Dalam keadaan kaget, Putri Kedasih dihantam oleh kenyataan bahwa Guru Aji yang membantunya supaya terlihat hamil dengan aji-ajian mendadak meninggal dunia.

Akibatnya, perut Kedasih buncit selamanya seperti orang hamil namun tidak akan pernah melahirkan. Sementara itu, Wiralodra hanya bisa menyesali kepergian Darma Ayu dengan menyebut panggilan sayang Darmayu dalam tangisnya. Konon, dari Darmayu itulah nama kota Indramayu berasal.
(Diambil dari sinopsis http://www.indosiar.com/sinopsis/legenda-kota-indramayu_74687.html)

Sepertinya, cerita di atas mencampur berbagai legenda yang ada. Misalnya Jaka Tarub yang beristrikan Nawang Wulan, bidadari dari langit, yang kemudian pergi meninggalkan Jaka Tarub. Lalu versi tentang "bokor kuningan", yaitu kehamilan pura-pura yang berakibat perutnya benar-benar buncit. Tentunya termasuk legenda tentang Arya Wiralodra sendiri, yang menangis sedih dan memanggil-manggil nama "Darma Ayu".

Dalam Babad Dermayu, nama dukuh Cimanuk menjadi Indramayu berkaitan erat dengan istri Arya Wiralodra yang bernama Nyi Endang Darma Ayu. Pada suatu waktu, Cirebon telah menjad kesultanan Islam di wilayah Jawa Barat. Kerajaan Sunda (Kerajaan Galuh yang dipimpin Prabu Cakraningrat, kerajaan bawahan Pajajaran) yang mayoritas penduduknya beragama Hinda-Buddha, mengalami goncangan politik. Penduduk banyak yang beralih keyakinan ke agama Islam. Sebagian daerah melepaskan diri dari kekuasaannya. Situasi ini dimanfaatkan oleh Arya Wiralodra untuk melepaskan diri dari Kerajaan Galuh dan kemudian nama Cimanuk diubah menjadi Indramayu. Nama Indramayu diambil dari nama istri Wiralodra, [Nyi] Endang Darma Ayu atau [Nyi] Endang Darma atau [Nyi] Darma Ayu. Berdasarkan nama panggilan tersebut, daerah Cimanuk kemudian disebut Dermayu yang akhirnya menjadi Indramayu. Arya Wiralodra menjadi kepala daerahnya dengan gelar Indrawijaya. Peristiwa itu terjadi pada 7 Oktober 1527. Tanggal tersebut oleh pemerintah setempat dijadikan sebagai hari jadi Indramayu.

Wilayah ini sebenarnya bukan berbentuk kerajaan, namun hanya sebagai dukuh (desa) yang dipimpin oleh seorang Adipati yaitu [Raden] Arya Wiralodra. Daerah yang kemudian menjadi cikal bakal Kabupaten Indramayu. Arya Wiralodra sebenarnya adalah penyebar Agama Islam. Arya Wiralodra menyebarkan Agama Islam kepada penduduk Jawa Barat (yang kemudian mendiami Indramayu) sebagai utusan atau atas perintah Sultan Demak. Salah satu bukti sejarah bahwa Raden Aria Wiralodra diutus Raden Demak menyebarkan Islam kepada penduduk Pedukuhan Cimanuk adalah dibangunnya tajug , yang kemudian dikenal sebagai Masjid Dermayu, di Kecamatan Sindang.

Di sekitar Masjid Dermayu itu terdapat Makam Selawe. Ada berbagai versi tentang siapa yang bersemayam di Makam Selawe itu. Ada versi tentang 25 orang prajurit Raden Aria Wiralodra yang gugur ketika bertarung dengan Nyi Endang Darma Ayu, kesatria wanita dari tanah seberang (Palembang). Ada pula versi tentang Nyi Endang Darma Ayu yang datang bersama 25 orang itu dari Palembang, lalu terjadi pertikaian yang membuat Nyi Endang Darma dikeroyok oleh 25 orang tersebut, tapi Nyi Endang Darma Ayu berhasil menang. Versi yang paling umum adalah 25 orang itu berasal dari Palembang, bermaksud menghukum Nyi Endang Darma Ayu yang mengajarkan ilmu kanuragan (yang dianggap ilmu para wali) secara sembarangan.

Tentang siapa Nyi Endang Darma Ayu sendiri, ada berbagai versi pula. Tadi sudah disebutkan versi Nyi Endang Darma Ayu yang datang bersama 25 orang dari Palembang itu. Ada versi Nyi Endang Darma Ayu adalah penjelmaan dari Arya Wiralodra sendiri. Banyak versi yang tidak menyebut asal usul Nyi Endang Darma Ayu, namun kemudian dianggap sebagai kekasih dan kemudian menjadi istri Arya Wiralodra. Namun ada pula versi (babad peteng) tentang Nyi Endang Darma Ayu sebagai telik sandi yang dikirim Cirebon, bernama Nyi Mas Gandasari.


Sampai di sini dulu.
=====

Nyi Endang Darma Ayu

=====
Baca juga:
- "Nyi Mas Gandasari"
- "Arya Wiralodra"
- "Arya Wiralodra (2)"
- "Endang Darma Ayu"

1 komentar:

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.