6 Hal Yang Perlu Diperhatikan (Keamanan Berinternet dan Ber-Facebook)

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan (Keamanan Berinternet dan Ber-Facebook)

"Kalau kita dilaporkan sebagai “pendompleng” (hacker) akun Facebook, akan merepotkan kita. Setiap kita masuk ke akun Facebook kita, akan selalu dikonfirmasi dengan tampilan Captcha. Saat itu, kita dalam kondisi tidak bisa “Add”/”Tambah” teman Facebook, hanya bisa confirm yang “add” kita. Pada kondisi ini, kita harus hati-hati, jika lebih banyak lagi yang “Report abuse”, akun kita benar-benar terhapus dari Facebook."
---
(Sambungan dari Mafia Wars)
Saat Dalam Kondisi Dilaporkan

"Kalau kita dilaporkan sebagai “pendompleng” (hacker) akun Facebook, akan merepotkan kita. Setiap kita masuk ke akun Facebook kita, akan selalu dikonfirmasi dengan tampilan Captcha. Saat itu, kita dalam kondisi tidak bisa “Add”/”Tambah” teman Facebook, hanya bisa confirm yang “add” kita. Pada kondisi ini, kita harus hati-hati, jika lebih banyak lagi yang “Report abuse”, akun kita benar-benar terhapus dari Facebook."


6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Keamanan Berinternet dan Ber-Facebook

1.     Jangan cantumkan alamat e-mail kita di info/about. Dengan mudah para hacker bisa membobol akun facebook kita hanya dengan mengetahui akun e-mail (atau kadang akun Y!M, atau akun GTalk) kita.
2.     Jangan tampilkan nomor Telepon atau Handphone kita. Selain Captcha, kita akan diberi pilihan: Mengenali foto teman, Mengisi nomor Handphone, atau Menjawab pertanyaan terpilih (security question).
3.     Jangan pilih Mengenali foto teman. Jika jumlah teman kita sudah lebih dari 100 orang, apalagi jika ribuan, kita tak akan ingat pada foto siapa kita di-tag. Apalagi ada kebiasaan mengirim kartu ucapan “Lebaran” atau “Natal” dengan tag nama kita. Begitu juga teman yang menjual produk, langsung tag nama kita di foto produk yang dijualnya (Waspada, kadang cara ini dipakai oleh hacker yang telah hack teman kita itu). Maka rajin-rajin pula kita menghapus tag di foto-foto seperti itu.
4.     Jangan pilih Mengisi nomor Handphone. Jika kita memilih ini, maka biasanya otomatis akan ditampilkan di info saat kita sudah masuk ke akun Facebook kita. Hal ini akan lebih memudahkan hacker dalam mengambil alih akun Facebook kita.
5.     Pilih Menjawab pertanyaan terpilih (security question), dan jawabannya bisa kita seragamkan di beberapa akun (e-mail maupun jejaring sosial). Misalnya, saya sangat fans pada guru Matematika saya saat SMP, namanya Pak Rismono. Jadikan “Rismono” sebagai jawaban satu-satunya agar kita selalu ingat. Pilih pertanyaan yang memungkinkan jawabannya “Rismono”, misalnya “Siapakah tokoh superhero favorit masa kecilmu?”, atau “Apa nama jalan pada alamat rumah kakekmu?” atau “Siapa nama kecil Ibumu?”.
6.     Jangan seragamkan password di setiap akun e-mail ataupun jejaring sosial. Toh sudah kita lakukan penyeragaman jawaban pada “Menjawab pertanyaan terpilih” (security question). Jika password kita seragam, dengan mudah jejaring lain pun terkuasai, jika ada satu yang berhasil dikuasai.

Sebelum akun Facebook benar-benar terhapus, biasanya pihak Facebook akan mengunci dulu akun tersebut. Kita masih diberi kesempatan untuk membuktikan jati diri kita dengan mengirim scan KTP, SIM, atau Passport (sebagai bukti jati diri) dan scan tagihan atau surat dari bank (atau Instansi pemerintah, atau lembaga lain yang meyakinkan, sebagai bukti kebenaran alamat rumah yang sesuai scan bukti jati diri). Jika bukti dari scan kita meyakinkan, pasti akan dipertimbangkan akun Facebook kita untuk dibuka (unlock). Cuma ini cara legal yang saya tahu. Silakan infokan kepada saya jika ada cara lain atau perubahan kebijakan dari pihak Facebook.

Sebelum akun kita dikunci oleh pihak Facebook, sering-seringlah menulis "I am not a Hacker." di status Facebook kita (kalau perlu tiap 15 menit saat kita online, cara ini memang termasuk kategori web spam juga, sih). Tambahkan "I just wanna play Mafia Wars" jika kita dilaporkan oleh gamer Mafia Wars, atau kata-kata lain untuk kasus berbeda.


Sekalipun kita tidak dalam kondisi “dilaporkan”, ke-enam poin tersebut sangat perlu untuk kita perhatikan.


(Bersambung ke Keamanan Ber-Facebook |4| Di-hack)

Keamanan Ber-Facebook:
1. Cara Aman Ber-Facebook | GAPTEKer
2. Mafia Wars
3. Dilaporkan
4. Di-hack
5. VPN


=====

Dilaporkan

=====

Tidak ada komentar:

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.