#PesonaCirebon, Tiga Keraton

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

#PesonaCirebon, Tiga Keraton

Selesai makan malam, kami kembali berkumpul di lobby hotel untuk briefing dan saling kenal lebih jauh. Briefing dipimpin oleh mbak Nina, selaku ketua rombongan. Untuk acara pagi, yang memang kosong sebelum acara Seminar di Keraton Kasepuhan, saya mengusulkan untuk bisa mengenal tiga keraton di Cirebon. Maka kami harus mengunjungi Keraton Kanoman dan Keraton Kecirebonan sebelum kembali melihat Keraton Kasepuhan untuk acara seminar. Memang ada juga Keprabonan, tapi tidak dianggap sebagai Keraton, melainkan sebuah pengguron/perguruan bagi para bangsawan keraton.
===

#PesonaCirebon, Tiga Keraton

Sambungan dari http://dodi-nurdjaja.blogspot.com/2016/04/ndilalahe-ikut-ke-festival-pesonacirebon.html


Rombongan blogger dari Jakarta yang didampingi tim Wonderful Indonesia atau #PesonaIndonesia (http://www.indonesia.travel/), telah datang sejak sore hari tanggal 30 Maret 2016. Kami bertemu di Hotel Amaris, yang tidak jauh dari Stasiun Besar Kejaksan Cirebon. Sebagai blogger tuan rumah, blogger mangga atau Komunitas Blogger Indramayu (http://www.bloggermangga.com/) dan rebon atau Komunitas Blogger Cirebon (rebon.org) harus sudah hadir, dan menjadi penunjuk jalan ke tempat makan malam.


Menuju tempat makan malam, saya dan beberapa blogger tuan rumah mengendarai sepeda motor. Sementara para blogger tamu, termasuk tim Wonderful Indonesia, merasakan sensasi naik becak Cirebon. Becak Cirebon, memiliki disain untuk daerah landai, sama dengan desain becak daerah pantura pada umumnya, termasuk becak DKI Jakarta yang sudah tidak boleh beroperasi.

Selesai makan malam, kami kembali berkumpul di lobby hotel untuk briefing dan saling kenal lebih jauh. Briefing dipimpin oleh mbak Nina, selaku ketua rombongan. Untuk acara pagi, yang memang kosong sebelum acara Seminar di Keraton Kasepuhan, saya mengusulkan untuk bisa mengenal tiga keraton di Cirebon. Maka kami harus mengunjungi Keraton Kanoman dan Keraton Kecirebonan sebelum kembali melihat Keraton Kasepuhan untuk acara seminar. Memang ada juga Keprabonan, tapi tidak dianggap sebagai Keraton, melainkan sebuah pengguron/perguruan bagi para bangsawan keraton.


Selesai briefing dan perkenalan singkat, kami ngobrol bebas untuk saling kenal satu dengan yang lain. Secara kebetulan datanglah @MamangPisang, salah satu fellow, atau bahkan anggota kehormatan rebon. Setelah lama berbincang-bincang, beberapa orang termasuk mas Irwan Sukhendra ( http://irwanlifesketching.wordpress.com ), berniat jalan-jalan malam.

Sebagai tuan rumah, rebon sebenarnya tidak perlu mendapatkan kamar hotel. Tapi, oleh tim disediakan satu kamar double bed. Karena sudah ada 2 orang rebon yang berniat menginap di hotel, maka sisanya termasuk saya pulang ke rumah.

Saya nyaris tak bisa tidur karena merasa excited, akan bisa bersama blogger-blogger terkenal dari Jakarta yang akan ikut menyaksikan Festival Pesona Cirebon.

===

Karena satu dan lain hal saya tidak bisa ikut sarapan di Hotel. Maka saya mengendarai sepeda motor saya langsung ke arah Keraton Kanoman. Seperti biasa, untuk bisa ke Keraton Kanoman, siapapun dengan kendaraan apapun harus mampu menembus keramaian Pasar Kanoman. Karena utama menuju Keraton Kanoman, adalah melalui Pasar Kanoman. Jalan lain hanya bisa ditembus dengan berjalan kaki atau dengan sepeda motor, karena melalui gang kampung.

Mumpung masih pagi, saya mengajak Sunardi, atau yang lebih dikenal dengan nama Otong, salah satu anggota rebon, untuk menemui Mama Patih Qodiran. Namun kami tidak beruntung. Kami hanya bisa menemui Kang Cheppy OI, yang bisa dibilang sebagai humas (hubungan masyarakat) Keraton Kanoman. Kang Cheppy masih lelah karena baru pulang dari perjalanan jauh. Beliau hanya titip salam dan mempersilakan para blogger melihat-lihat Keraton Kanoman.

Saya menyampaikan ke Mas Ain, dari tim Wonderful Indonesia, nanti pun akan ada pemandu yang datang untuk memberi penjelasan. Dan saya pun asyik sendiri. Saat itu, mas Irwan menitipkan kemeja batik yang semula masih dipakainya ke dalam tas saya. Rupanya beliau kegerahan.

Menjelang siang, kami beranjak menuju Keraton Kecirebonan. Opik, admin blog.padudadi.com, ikut di sepeda motor saya. Kami lebih dulu sampai di Keraton Kecirebonan.

Saya langsung parkir, dan kepada seorang petugas atau abdi dalam Keraton Kecirebonan, tentang keberadaan Mbak Onya (humas Keraton Kecirebonan) dan Kang Muhamad Mukhtar Zaedin (Kepatihan Keraton Kecirebonan). Ternyata keduanya sedang tidak berada di tempat. Sayang sekali. Hanya dua orang itu saja yang saya kenal dekat.

Saya dan Opik menunggu di pekarangan luar. Beberapa waktu berselang, saya lihat kang Zaedin turun dari sebuah mobil beserta seorang wanita muda berjilbab. Saya dekati dan memberi salam. Di dalam mobil, saya lihat Mama Bambang Irianto (pemilik Rumah Budaya Nusantara Pesambangan Jati Cirebon) duduk di balik kemudi. Maka saya pun menghampiri dan menyalami beliau sebelum beliau pergi, lalu saya kembali mengejar Kang Zaedin. Saya sampaikan bahwa akan hadir beberapa blogger dari Jakarta, Indramayu dan Cirebon sendiri ke Keraton Kecirebonan ini. Dan saya katakan bahwa Meneer Panqi ikut serta dalam rombongan itu. Kang Zaedin tetap melangkah masuk ke dalam sementara saya kembali keluar menunggu rombongan teman-teman blogger.

Tak berapa lama, datanglah rombongan. Saya langsung menghampiri Meneer, dan mengajak langsung bertemu Kang Zaedin. Wanita berjilbab yang tadi datang bersama Kang Zaedin, rupanya sedang meneliti, dan Kang Zaedin menjelaskan apapun yang ditanyakan oleh wanita tadi.

Saya dan Meneer akhirnya asyik masing-masing. Beberapa teman blogger, rupanya sudah mendapat pemandu yang menerangkan segala hal tentang Keraton Kecirebonan. Saya dan Meneer kemudian kembali bersama dan hanya duduk santai di undakan teras. Beberapa teman blogger Cirebon ikut duduk bergabung, dan ada pula yang hanya menitipkan tas.


Hal yang tak saya duga kemudian terjadi. Mama Sultan Cirebon, Pangeran Abdul Gani Natadiningrat, berkenan menemui kami, para blogger. Wah sungguh beruntung. Setelah berbincang-bincang sejenak, kami pun foto bersama. Lalu kami berpamitan, untuk makan siang.

Semula, mbak Nina mengharapkan bisa menikmati Mi Koclok untuk hidangan makan siang. Tapi karena Mi Koclok Panjunan baru bisa melayani setelah jam 15.00 WIB, maka kami memutuskan untuk makan di Nasi Jamblang Ibu Nur.

Setelah makan siang, kami segera mengarah ke acara seminar di Keraton Kasepuhan.

Noraknya blogger. Karena mobil kami ikut di belakang iring-iringan, maka kami pun ikut mendapat hormat dari keamanan luar, Pemuda Pancasila. Saat mendapat gerakan hormat, kami pun ribut bersorak. Norak, ya?

Keluar dari mobil, kami membubarkan diri tanpa komando. Semua sibuk jepret sana-sini. Hingga datangnya Pak Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menuju ruang dalam Keraton Kasepuhan. Ruangan ini biasanya tertutup untuk umum. Kali ini dibuka untuk menerima kedatangan Pak Ahmad Heryawan, atau biasa dipanggil Aher, Gubernur Jawa Barat, dan Pak Arief. Barulah kemudian mereka menuju ruang seminar, Bangsal Pagelaran.

Usai acara seminar, selurh peserta seminar berangkat ke Waterland dengan becak. Para wartawan media cetak, elektronik atau online, ikut demi mengejar berita.

Sementara kami para blogger berselfie, berkumpul dan kembali ke hotel, beristirahat. Lalu jalan-jalan lagi sambil menikmati kuliner.

Karena merasa belum puas dengan eksplorasi Keraton Kasepuhan, esok harinya kami kembali ke Keraton Kasepuhan usai mampir dari goa Sunyaragi dan Waterland Taman Ade Irma Suryani.


Bersambung ke http://dodi-nurdjaja.blogspot.com/2016/04/empal-gentong-pesonacirebon.html

===

Tiga Keraton

===

1 komentar:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.