Mengelola Facebook

Dodi Nurdjaja

Header Ads

728 x 90 ads
728 x 90 ads
DMCA.com Protection Status
Copas harus se-izin pemilik konten

Mengelola Facebook

Besar harapan saya, postingan ini menjadi inspirasi dan menggugah para pengguna Facebook untuk menggunakan akun sesuai pada tempatnya.

Mengelola/Mengatur Penamaan Akun Facebook


Dilandasi rasa ingin berbagi, tanpa maksud menggurui. Saya sungguh prihatin melihat banyaknya akun Facebook yang bukan nama orang, ada yang nama lembaga, nama industri rumah tangga, nama perusahaan, dll. Saya hanya ingin berbagi cara yang tepat dalam mengelola Facebook. Karena sepertinya sudah banyak salah kaprah bahkan sangat parah dalam hal ini.

  1. Type artis
    • Akun Facebook dengan Nama Asli atau Nama Panggung.
      Memungkinkan untuk filtering sistem pertemanan.
    • Akun Fanspage Facebook dengan Nama Kelompok Fans atau Nama Panggung (atau tambahkan Fans dibelakangnya).
      Dengan Fanspage Facebook, berarti memasukkan sistem pertemanan di luar akun Facebook yang dibatasi. Sebagai admin, bisa posting dengan nama akun Fanspage Facebook atau nama akun Facebook.
  2. Type pengusaha, kelembagaan atau ikatan alumni
    • Akun Facebook dengan Nama Asli.
    • Akun Grup Facebook dengan nama yang disesuaikan.
      Mirip dengan Fanspage Facebook, tapi sekalipun admin tetap dengan nama akun Facebook.
  3. Type jaringan [sekolah]
    • Akun Facebook dengan Nama Asli atau Nama Panggilan
    • Akun Fanspage Facebook dengan Nama Sekolah
    • Facebook dengan Nama Sekolah

Misalnya:
  1. Saya telah memiliki akun Facebook dengan nama Dodi Nurdjaja.
  2. Saya adalah seorang alay (yang sok ngartis), maka saya create Fanspage Facebook dengan nama Dodi Nurdjaja Fans
  3. Saya seorang wirausaha, saya create Grup Facebook dengan nama Menjual Madu di Bibir nan Merah untuk memasarkan barang jualan saya
  4. Untuk mengembangkan jaringan dengan para pembeli, saya create Fanspage Facebook dengan nama Menjual Madu di Bibir nan Merah juga
  5. Untuk mengembangkan jaringan dengan sesama pengusaha, saya create Grup Facebook dengan nama Para Penjual Madu
  6. Untuk mengembangkan lebih jauh jaringan dengan sesama pengusaha, saya create Fanspage Facebook dengan nama Para Penjual Madu
  7. Di luar itu, saya pun ditunjuk sebagai admin untuk beberapa Fanspage Facebook dan Grup Facebook.

Dengan pengelolaan seperti ini, maka kita bisa atur tampilan NewsFeed (sebelah kiri) pada Home/Beranda dengan filterisasi masing-masing akun.


Mengkombinasikan Dengan Jejaring Sosial

Jejaring sosial lain, menuntut kita untuk update status. Jika kita harus update status satu demi satu di tiap jejaring sosial ini, tentu akan banyak makan waktu. Tapi kita bisa memilih jenis jejaring sosial yang bisa dikombinasikan secara otomatis untuk menyebarkan info yang sama pada status masing-masing.

  1. Twitter
  2. Plurk
  3. Buffer
  4. LinkedIn
  5. Blog
  6. Facebook Blogger (NetworkedBlog)
  7. dlvr.it
  8. Google+
  9. Feedburner dan atau Twitterfeed

Contoh:
  1. Saya buka akun Twitter (sebuah microblog sekaligus media sosial) dengan nama @Dodi_Nurdjaja. Kemudian saya setting akun Twitter saya agar menjadi jembatan penulisan status ke akun Facebook Dodi Nurdjaja sekaligus ke akun Fanspage Facebook Dodi Nurdjaja Fans. Dari Twitter hanya bisa bertaut ke salah satu akun Fanspage Facebook.
  2. Untuk memudahkan pengelolaan, saya Install TweetDeck. Memungkinkan saya memantau status di Twitter dan di Facebook secara bersamaan di luar browser. Kadang-kadang, respon browser lebih lelet dari respon TweetDeck.
  3. Untuk menambah jaringan sosial, saya buka akun Plurk (sebuah microblog). Saya setting status diteruskan ke Twitter (yang berfungsi sebagai jembatan ke akun Facebook sekaligus akun Fanspage Facebook). Meskipun dari Plurk bisa juga di-setting untuk meneruskan status ke akun Facebook.
  4. Kemudian saya juga buka akun Buffer dengan setting serupa dengan Plurk, yaitu diteruskan ke akun Twitter dan akun Facebook. Buffer bukanlah jejaring sosial, tapi betul-betul tools sofware untuk menjembatani antar jejaring sosial.
  5. Pengembangan lebih jauh, saya buka akun LinkedIn, yang merupakan jaringan pekerjaan. Serupa juga dengan setting Plurk, meneruskan status ke akun Twitter dan akun Facebook.
  6. Buka beberapa Blog dengan akun Gmail. Kenapa harus Gmail? Nanti akan dijelaskan.
    1. Membuat Blog dengan nama Dodi Nurdjaja Fans
    2. Membuat Blog dengan nama Menjual Madu di Bibir nan Merah
    3. Membuat Blog dengan nama Para Penjual Madu
    4. Membuat Blog dengan nama Celoteh Dodi Nurdjaja
  7. Buka Facebook Blogger (NetworkedBlog) dengan arah (sindikasi) ke masing-masing Blog


    1. Untuk Blog Dodi Nurdjaja Fans. Pada setting syndicate diarahkan ke akun Twitter dan akun Facebook saja.
    2. Untuk Blog Menjual Madu di Bibir nan Merah. Pada setting syndicate diarahkan ke akun Facebook dengan nama Dodi Nurdjaja, akun Fanspage Facebook dengan nama Menjual Madu di Bibir nan Merah dan akun Grup Facebook dengan nama Menjual Madu di Bibir nan Merah saja.
    3. Untuk Blog Para Penjual Madu. Pada setting syndicate diarahkan ke akun Facebook dengan nama Dodi Nurdjaja, akun Fanspage Facebook dengan nama Para Penjual Madu dan akun Grup Facebook dengan nama Para Penjual Madu saja.
    4. Untuk Blog Celoteh Dodi Nurdjaja. Pada setting syndicate diarahkan ke akun Facebook dengan nama Dodi Nurdjaja dan semua akun Fanspage Facebook dan akun Grup Facebook.
  8. Manfaatkan dlvr.it dengan sources akun Blog Celoteh Dodi Nurdjaja (dan atau akun blog mana pun, dengan menambahkan sources), dan destinations akun LinkedIn. Meskipun LinkedIn adalah jejaring pekerjaan tapi kita memaksa untuk menjadi jembatan penghubung sekaligus penyebar postingan Blog kita. Mirip dengan Buffer, dlvr.it juga bukan jejaring sosial.



  9. Berkenaan dengan feed RSS, ini terhubung dari Blog (Blogger blogspot) ke Google+, bisa kita sebar lebih jauh menggunakan Buffer sebagai jembatan.



  10. Untuk membuat Plurk sebagai jembatan, terpaksa dilakukan secara manual. Yaitu co-pas URL postingan Blog kita ke status Plurk. Bisa juga ke bit.ly (atau lainnya) dulu untuk mendapatkan short URL, untuk di-co-pas ke Plurk.
    Dulu, ketika Ping.fm belum dibeli oleh Seesmic, memungkinkan pengiriman ke Plurk via Ping.fm. Di Ping.fm dapat kita atur pula sebagai e-mail penerima. Selanjutnya kita manfaatkan Google+ (bisa juga Feedburner atau Twitterfeed untuk otomatis mengirim feed RSS dari blog kita untuk dikirim ke Ping.fm. Lalu dari Ping.fm disalurkan ke Plurk. Kemudian Plurk menjadi jembatan ke Twitter (karena sudah kita setting demikian).



Mudah-mudahan postingan saya bermanfaat. Besar harapan saya, postingan ini menjadi inspirasi dan menggugah para pengguna Facebook untuk menggunakan akun sesuai pada tempatnya. Bersambung ke "Jejaring Sosial | Jembatan Up-date | Plurk " =====

Mengelola Facebook

=====

Tidak ada komentar:

Iklan dan Promosi terselubung masih boleh, asal cantumkan komentar yang sesuai tema.
Iklan/promosi yang berlebihan dan komentar yang tidak sesuai tema, akan dihapus.
Komentar spam akan dihapus juga.

Copyright © 2011 Dodi®Nurdjaja™ . Diberdayakan oleh Blogger.